🦙 Khotbah Keluarga Yang Takut Akan Tuhan

Jawabannya tidak. Dalam keadaan bagaimana pun kita manusia tidak akan dibiarkan Allah. Kata FirmanNya : Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meningalkan engkau. Peristiwa yang terjadi di Palu, Sigi dan Donggala adalah diluar kemampuan manusia. Ini berarti Allah berdaulat atas semua ciptaanNya termasuk alam Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar pada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu." (Amsal 3:5-8) Iman Keluarga (Ayb 1:1-22) Juni 18, 2017 by Pdt. Sing Sing. Cerita tentang kehidupan Ayub tentu sudah tidak asing bagi kita hari ini. Ayub pasal 1 adalah kisah tentang kehidupan ayub yang dimulai dengan kata-kata bahwa Ayub adalah orang yag saleh dan jujur; takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Hidup Ayub diberkati Tuhan dengan harta Dalam Mazmur 128, pemazmur memberikan landasan utama untuk memiliki keluarga bahagia, yaitu takut akan Tuhan dan hidup sesuai dengan apa yang ditunjukkan-Nya. Kitab Amsal 14:26 menjelaskan bahwa dalam takut akan Tuhan terdapat kedamaian bahkan perlindungan yang besar bagi anak-anak-Nya. Kristus sebagai kepala keluarga kita. Kalau kita perhatikan Kolose 3:18-25 jelaslah bahwa segala sesuatu harus melibatkan Tuhan. Oleh sebab itu apapun yang terjadi di dalam keluarga, yang pasti kita harus kembali kepada Tuhan. b. Apa pun juga yang kita perbuat, perbuatlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. BERBAHAGIALAH ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN . Mazmur 128:1-2 (TB) "Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!" Psalms 128:1-2 (NRSV) "Happy is everyone who fears the LORD, who walks in his ways. Dalam arti yang buruk, kata ‘takut’ berarti merasa takut. Kita seharusnya takut pada Tuhan (dalam arti yang baik) dan tidak takut pada siapa pun atau apa pun. Banyak orang saat ini hidup dengan kebalikannya. Mereka tidak takut pada Tuhan, tetapi hidup mereka penuh dengan jenis ketakutan yang salah. Bagaimana Anda dapat mengatasi ketakutanmu? Bisa dibayangkan jika kelelawar hanya berpikir bahwa sumber kekuatannya hanya tergantung pada penglihatan matanya. Ia tidak akan pernah mau terbang mencari makanannya karena takut menabrak benda-benda yang keras yang dapat melukainya atau malah membinasakannya. Tapi ternyata Tuhan memberinya kelebihan lain yang disebut ekolokasi. Kita bersyukur bahwa Tuhan telah mengaruniakan semuanya secara bertahap bagi kepentingan hidup umat manusia. Barang siapa mengagumi kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi, berarti ia sedang mengagumi Tuhan yang Mahabesar dan Mahadahsyat. Itu sebabnya Firman Tuhan mengatakan, “Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan.” ''Permulaan Hikmat adalah Takut akan Tuhan'' Amsal 1 : 1 – 7. Saya mau mengawali refleksi kita dengan sebuah cerita dari tempat saya bertugas : Beberapa waktu lalu, seorang Penatua yang kebetulan adalah pejabat desa, menyampaikan keheranannya tentang apa yang ia alami. Baca Juga: Takutlah Kepada Tuhan Saja. Setiap pasangan menikah pasti ingin punya anak. Karena anak adalah batu permata yang melengkapi pernikahan. Tapi untuk menantikan kehadiran anak, Anda perlu menjalani prosesnya. Batu permata diproses dengan luar biasa, berhari-hari, minggu-minggu, tahun-tahun dan berulang-ulang itu tidak gampang. Mereka telah melupakan segala kebaikan Tuhan, yang memelihara hidup mereka hingga sampai menjadi bangsa yang besar dan mahsyur. Tuhan menjamin kehidupan mereka, memberi hujan pada musimnya dan panen pada waktunya. Hal ini mengarahkan pandangan kita akan kehidupan yang telah kita lalui dan yang sedang kita jalani. 7pXPB.

khotbah keluarga yang takut akan tuhan