🦭 Faktor Utama Yang Membedakan Struktur Kode Program Struktur Algoritma Yaitu

Faktorutama yg membedakan struktur kode dan struktur algoritma 1 Lihat jawaban Iklan LoliConn Program adalah kumpulan pernyataan komputer - Realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman - Ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman - Program tersusun atas sederetan instruksi yang dikerjakan komputer - Suatu implementasi dari bahasa pemrograman PostulatKedua Einstein yang Disertai Contoh Kasus Mudah Dipahami (Teori Relativitas) Evrita Lusiana Utari, S.T, M.T - ppt download "💯 MATEMATIKA POSTULAT 💯 Yuk belajar materi saintek yaitu postulat dengan catatan dari Rens di Clear ☀️ https: Faktor Utama Yang Membedakan Struktur Kode Program Struktur Algoritma Yaitu Jawaban: Algoritma adalah suatu metode khusus yang tepat dan terdiri dari langkah-langkah terstruktur, dituliskan secara matematis serta dapat berupa grafik, gambar, tulisan atau simbol untuk menyelesaikan suatu masalah dengan berbantuan komputer. 9. Sebutkan tujuan dari fungsi algoritma! MayVera. BAB II DASAR TEORI 2.1 KONSEP PEMILIHAN STRUKTUR Desain struktur harus memperhatikan beberapa aspek, diantaranya : 1. Aspek Struktural (kekuatan dan kekakuan struktur) Aspek ini merupakan aspek yang harus dipenuhi karena berhubungan dengan besarnya kekuatan dan kekakuan struktur dalam menerima beban-beban yang bekerja, baik beban 0310.2020 TI Sekolah Menengah Atas terjawab faktor utama yang membedakan struktur kode program struktur algoritma yaitu a.Aturan penulisan b.deklarasi c.deskripsi Jawaban 4.8 /5 102 elj4173 A. Aturan Penulisan. #StayatHome Makasih good thx job pada Lihat komentar lainnya Sedang mencari solusi jawaban TI beserta langkah-langkahnya? Bahasapemrograman java tm akan digunakan dalam kuliah ini, namun dengan paradigma pemrograman prosedural. Buku ini membahas tipe data abstrak, algoritma pengurutan, algoritma pencarian, pemrosesan graph, dan pemrosesan string. Algoritma Dan Struktur Data - Agung Setiawan Anda bisa buku kategori secara gratis di sini. Belajar struktur data dan algoritma. Secaraumum, struktur kode dari sebuah program komputer terdiri dari dua bagian utama yaitu bagian judul dan blok program. Memiliki algoritma pemecahan masalah yang sederhana, standar dan efektif, penulisan program memiliki struktur logika yang benar dan mudah dipahami, program hanya memiliki 3 struktur dasar, yaitu : Algoritmaadalah langkah-langkah menyelesaikan masalah, sedangkan program adalah realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman. Program ditulis dalam salah satu bahasa pemrograman dan kegiatan membuat program disebut pemrograman (programming). Orang yang menulis program disebut pemrogram (programmer). ViewModul-Praktikum-Algoritma-dan-Struktur WADAW SADAWDA at The London School of Public Relations Jakarta. Modul Praktikum Algoritma dan Struktur Data Modul Praktikum Algoritma DaftarIsi :1 Faktor Utama Yang Membedakan Struktur Kode Program Struktur Algoritma2 Faktor Utama Yang Membedakan Struktur Kode Program Struktur Algoritma Pada postingan kali ini gue bakal sharing informasi perihal Faktor Utama Yang Membedakan Struktur Kode Program Struktur Algoritma, informasi ini dikumpulkan berasal dari beragam sumber menjadi mohon maaf jika informasinya kurang lengkap atau Beberapapakar memberi formula bahwa: Program = struktur data +. Sebutkan Dan Jelaskan Konsep Inti Dasar Pemrograman Struktur algoritma pemrograman versi lain. Sebutkan dan jelaskan struktur algoritma. Dalam kasus algoritma memasak nasi, input yang diperlukan adalah bahan dan alat untuk memasak nasi, yaitu beras, air dan magic com. Kondisi ada yang dinyatakan secara explisit oleh Terdapattiga keadaan yang bisa muncul selama masa tempuh algoritma yaitu worst case, average case, best case. Penjelasan masing- masing kompleksitas adalah sebagai berikut : 1. Worst Case Merupakan waktu tempuh yang bernilai maksimum dari suatu fungsi f (n) untuk setiap input yang mungkin. fd6xQk. Struktur Dasar Algoritma – Setelah sebelumnya kita sudah membahas panjang lebar mengenai sejarah dan perkembangan algoritma dan definisi algoritma dari para ahli. Kali ini kita bahas sedikit tentang struktur dasar Algoritma. Mungkin dari rekan-rekan sudah mengetahui maksud dari struktur, tapi apa sudah mengetahui arti dari struktur? baiklah kita bedah sama-sama. Berikut menurut KBBI, Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun dengan pola tertentu. Atau bisa dibilang Struktur adalah sebuah sistem, artinya rangkaian atau gabungan dari berbagai macam elemen yang dirakit sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Dan berikut adalah struktur-struktur dasar Algoritma Sebelum kita melanjutkan pembahasan kita tentang struktur dasar Algoritma. Saya mendapatkan sebuah pertanyaan ”Kenapa Blog masirwin pembahasannya tentang Algoritma melulu? kenapa tidak langsung ke sebuah project atau program kecil?”. “Kenapa Blog masirwin pembahasannya tentang algoritma melulu?” Jawab Karena sebelum kita belajar bahasa pemrograman, kita harus paham betul apa itu algoritma. Bisa dikatakan algoritma itu sebagai dasar atau pondasi dari ilmu pemrograman. Memang lebih mudah langsung ke bahasa pemrograman dibandikan harus berkutik dengan logika. Tapi ada waktu dimana kita akan paham, bahwa algoritma itu penting sebelum belajar ke bahasa pemrograman. “Kenapa tidak langsung ke sebuah project atau program kecil?” Jawab Kembali ke jawaban sebelumnya, pelajari dasarnya dahulu. Disini kita sama-sama belajar, saya juga masih perlu belajar algoritma. Saya cukup menyadari tidak ada yang instan didunia ini, tidak mungkin seorang atlet sepak bola seperti Chistiano Ronaldo bisa memperoleh banyak penghargaan tanpa ia tahu dasar-dasar dari bermain sepak bola. Yang saya ingin tulis adalah step by step dalam belajar bahasa pemrograman, jadi jangan bosen berkunjung yah… Struktur Dasar Algoritma 1. Algoritma Sekuensial Algoritma Sekuensial Sequence Algorithm adalah algoritma yang langkah-langkahnya dikerjakan atau dieksekusi secara urut dari awal hingga akhir sesuai dengan urutannya. Kita bisa lihat contoh gambar flowchart diatas, terlihat kumpulan instruksi tersusun dari atas ke bawah. Program akan mengeksekusi instruksi_1, setelah instruksi_1 sudah selesai dikerjakan selanjutnya program akan mengeksekusi instruksi_2. Setelah instruksi_2 sudah selesai dikerjakan selanjutnya program akan mengeksekusi instruksi_3. Setelah instruksi_3 sudah selesai dikerjakan maka selanjutnya program akan berakhir atau selesai. Kita ambil contoh program Luas Lingkaran, dimana untuk panjang jari-jarinya sudah diketahui besarannya. Dan berikut adalah algoritmanya Deskripsi 1. Mulai2. Input Jari_Jari3. Hitung Luas = * Jari_Jari * Jari_Jari4. Cetak Luas5. Selesai Flowchart Luas Lingkaran Perhatikan gambar flowchart Luas Lingkaran memiliki 3 instruksi yang harus dieksekusi. Instruksi ke-1 program membaca nilai jari-jari yang telah diinputkan, Instruksi ke-2 program melakukan operasi aritmatika rumus luas lingkaran dan Instruksi ke-3 menampilkan hasil dari perhitungan rumus luas lingkaran. Catatan Penting Semakin banyak instruksi pada program maka semakin banyak waktu untuk mengeksekusinya. Pada perancangan sebuah program, efesiensi instruksi sangatlah penting untuk mempercepat proses dan menghemat konsumsi memory pada program. 2. Algoritma Perulangan Looping Algorithm Algoritma Perulangan atau Looping Algorithm adalah sebuah struktur dasar algoritma yang menjalankan beberapa langkah tertentu secara berulang-ulang sampai terpenuhinya suatu kondisi. Pada kehidupan sehari-hari banyak yang kita lakukan secara berulang-ulang, contohnya seperti algoritma menjemur pakaian 1. Siapkan tiang Jemuran2. Ambil satu pakaian yang sudah dicuci3. Peras pakaian hingga sedikit mengering4. Letakan pakaian pada tiang jemuran5. Ulangi langkah 2 sampai 4 hingga pakaian habis. Dari algoritma menjemur pakaian diatas, kita dapat mendapat gambaran tentang struktur algoritma looping. Jenis struktur dasar ini akan selesai jika sebuah kondisi tertentu terpenuhi, seperti menjemur pakaian maka proses jemur akan selesai jika pakaian yang akan dijemur sudah habis. Struktur dasar algoritma ini mempunyai beberapa bentuk seperti Struktur FOR, Struktur While dan Struktur Do….While. A. Struktur FOR Struktur dasar algoritma perulangan menggunakan instruksi FOR digunakan untuk mengulang satu baris instrusi atau beberapa baris instruksi sampai jumlah perulangan yang disyaratkan terpenuhi. Ciri-ciri utama struktur perulangan menggunakan FOR adalah terdapat nilai awal dan nilai akhir yang menunjukkan syarat yang harus terpenuhi. Berikut Flowchart menggunakan FOR Gambar diatas menjelaskan bahwa Instruksi_1, Instruksi_2 dan Instruksi_3 akan dieksekusi atau dikerjakan ketika syarat terpenuhi. Perulangan menggunakan struktur FOR dimulai dari Nilai_Awal dan akan berhenti pada Nilai_Akhir. Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh algoritma mencetak angka menggunakan FOR, program akan dicetak angka 1 sampai 5. Deskripsi 1. Mulai2. Kerjakan Langkah 3 mulai i = 1 sampai i = 53. Cetak i4. Selesai Flowchart Cetak Angka dengan FOR Gambar flowchart diatas, menjelaskan bahwa nilai i awal berisi 1, kemudian dicetak nilai i awal yaitu 1. Dalam struktur perulangan menggunakan FOR, nilai variabel i akan bertambah secara otomatis sehingga nilai variabel i. Setelah ditambahkan secara otomatis, sekarang i = 2 lalu cetak nilai variabel i. Proses tersebut akan dijalankan sampai kondisi yang sudah ditentukan terpenuhi yaitu i = 5 maka proses looping akan berhenti. Jika belum paham kita pelajari dengan seksama contoh ke 2, algoritma Cetak Bilangan Genap menggunakan struktur FOR, program akan mencetak bilangan genap mulai dari 0 dengan batas akhir 10 dengan menggunakan struktur looping FOR. Deskripsi 1. Mulai2. Kerjakan langkah 3 sampai langkah 4 mulai i = 1 sampai i = 103. Jika i dibagi 2 sama dengan 0 maka kerjakan langkah 44. Cetak i5. Selesai Flowchart Cetak Bilangan Genap dengan FOR Gambar flowchart diatas, menjelaskan bahwa program akan mengeksekusi syarat yang dijabarkan dengan FOR, diketahui nilai i pertama kali berisi 1 kemudian diuji apakah nilai i tersebut habis dibagi dengan 2. Jika benar maka nilai i akan dicetak kemudian dilakukan penambahan otomatis sehingga nilai i menjadi 2. Namun jika salah, nilai i akan langsung ke langkah penambahan otomatis. Proses tersebut akan dieksekusi terus sampai nilai i lebih besar dari 10. B. Struktur WHILE Struktur looping dengan menggunakan WHILE berfungsi hampir mirip dengan FOR yaitu mengulang satu baris instruksi atau beberapa baris instruksi selama syarat yang ditentukan masih terpenuhi. Ciri-ciri utama dari struktur WHILE adalah syarat yang ditentukan akan diuji lebih dahulu sebelum instruksi-instruksi dieksekusi dalam perulangan. Catatan Penting pada Struktur WHILE akan menguji syarat yang ditentukan terlebih dahulu, sehingga jika syarat tidak terpenuhi ada kemungkinan instruksi-istruksi pada perulangan tidak dikerjakan. Flowchart struktur while Gambar diatas menjelaskan bahwa syarat akan diuji oleh pemroses terlebih dahulu sebelum mengeksekusi instruksi-instruksi yang akan diulang. Jika syarat yang diuji benar, maka instruksi akan dieksekusi. Setelah instruksi dikerjakan maka syarat akan diuji lagi, proses perulangan ini akan berhenti jika syarat yang telah diuji bernilai salah. Untuk lebih jelasnya, kita simak contoh algoritma cetak angka menggunakan WHILE, program akan mencetak angka 1 sampai 5 dengan struktur WHILE. Deskripsi 1. Mulai2. i = 13. Selama i = 65. Deskripsi 1. Mulai2. Baca nilaisiswa3. Jika nilaisiswa >= 65 maka kerjakan langkah 44. Cetak “LULUS”5. Selesai Flowchart Kelulusan Siswa Pada flowchart diatas, nilai siswa yang diinputkan akan diuji apakah nilai tersebut lebih besar atau sama dengan 65. Jika benar maka program akan mencetak “LULUS” kemudian selesai, namun jika salah maka program selesai. B. Struktur IF…THEN…ELSE… Pada struktur ini, terdapat dua kemungkinan instruksi yang akan dikerjakan berdasarkan hasil dari pengujian. Contoh jika syarat yang diujikan memperoleh hasil benar maka instruksi_1 dikerjakan, namun jika bernilai salah maka instruksi_2 yang dikerjakan. Untuk lebih jelasnya bisa lihat gambar dibawah ini Bentuk flowchart Tidak lengkap rasanya kalau tidak diberikan contoh, mengambil masalah sebelumnya tentang kelulusan siswa. Sekarang kita modifikasi sedikit dimana jika nilai siswa lebih besar atau sama dengan 65 maka dinyatakan lulus dan jika nilai siswa lebih kecil dari 65 maka siswa dinyatakan tidak lulus. Deskripsi 1. Mulai2. Baca nilaisiswa3. Jika nilaisiswa >= 65 maka kerjakan langkah 4, selain itu kerjakan langkah 54. Cetak “LULUS”5. Cetak “TIDAK LULUS”6. Selesai Flowchart Kelulusan Siswa Pada gambar flowchart diatas, setelah nilai diinputkan maka nilai tersebut akan diuji apakah nilai siswa lebih besar atau sama dengan 65. Jika benar maka program akan mencetak “LULUS” lalu selesai, Jika tidak maka akan dicetak “TIDAK LULUS” lalu program selesai. C. IF Bersarang Untuk struktur yang satu ini kita perlu belajar logika dan ketelitian, satu alasan yang pasti adalah struktur ini sering dipakai untuk tes kerja dalam bidang IT terutama pekerjaan yang berkaitan dengan perancangan sistem. Pada struktur ini juga kemungkinan akan banyak instruksi yang dikerjakan berdadarkan hasil pengujian, bisa disimak gambar dibawah ini Flowchart struktur IF Bersarang Dari flowchart diatas kita bisa pelajari bagaimana struktur dari IF bersarang. Kita jabarkan satu persatu, jika syarat1 yang diuji bernilai benar maka instruksi1 akan dieksekusi, jika syarat1 bernilai salah maka syarat2 diuji,jika syarat2 yang diuji bernilai benar maka instruksi2 akan dieksekusi, jika syarat2 bernilai salah maka syarat3 diuji, jika syarat3 yang diuji bernilai benar maka instruksi3 akan dieksekusi, jika syarat3 bernilai salah maka syaratx diuji, jika syaratx yang diuji bernilai benar maka instruksix akan dieksekusi, jika syaratx bernilai salah atau tidak ada syarat yang terpenuhi maka instruksiy yang dieksekusi. Untuk lebih jelasnya, kita implementasikan dalam sebuah algoritma konfersi nilai siswa, program akan mengkonfersi nilai siswa dari semula dalam bentuk angka dirubah menjadi bentuk huruf dengan ketentuan sebagai berikut – Jika nilai angka >= 80 maka nilai huruf sama dengan A– Jika nilai angka >= 70 maka nilai huruf sama dengan B– Jika nilai angka >= 60 maka nilai huruf sama dengan C– Jika nilai angka >= 50 maka nilai huruf sama dengan D– Jika nilai angka = 80 maka nilaihuruf = “A”, selain itu4. Jika nilaiangka >= 70 maka nilaihuruf = “B”, selain itu5. Jika nilaiangka >= 60 maka nilaihuruf = “C”, selain itu6. Jika nilaiangka >= 50 maka nilaihuruf = “D”, selain itu7. nilaihuruf = “E”8. Cetak nilaihuruf9. Selesai Flowchart Konfersi Nilai Siswa Dapat dicermati gambar flowchart diatas, hal yang perlu diperhatikan dalam struktur IF bersarang adalah jika salah satu syarat sudah terpenuhi maka syarat-syarat lainnya yang ada sejajar tidak akan diuji lagi. Contohnya kita masukan nilaiangka 60 maka nilaihurufnya adalah “C” dan pengujian nilaiangka lebih besar atau sama dengan 50 tidak akan dijalankan. Kesimpulan Struktur Dasar Algoritma Dari penjabaran yang cukup panjang diatas, kita bisa mengetahui seperti apa struktur dasar algoritma. Pada praktiknya dalam perancangan sebuah sistem bentuk-bentuk diatas akan berkolaborasi menjadi satu kesatuan. Dan inilah yang menjadikan Algoritma salah satu bagian terpenting dalam perancangan sebuah sistem. Penjelasan mengenai Struktur dasar poin 2 dan 3, akan ditulis lebih detail lagi. Mungkin cukup sekian pembahasan kita mengenai “Struktur Dasar Algoritma”, bila ada pertanyaan dapat diajukan melalui komentar atau laman contact. Keep calm and stay code programming !! Daftar Pustaka Kadir, Abdul. 2012. Algoritma & Pemrograman Menggunakan Java. Yogyakarta Andi Offset Kamus Besar Bahasa Indonesia. Struktur . [Diakses 20 November 2016] Wawan. 2015. Struktur Dasar Algoritma Pemrograman. [Diakses 21 November 2016] Jakarta - Pernahkah kamu mendengar tentang algoritma? Mungkin terdengar asing untukmu, tetapi algoritma merupakan fondasi penting untuk menyelesaikan masalah dengan sistem komputer, sederhana, algoritma adalah susunan langkah penyelesaian atau metode untuk menyelesaikan suatu masalah secara sistematis dan bisa mengenalinya, algoritma memiliki ciri-ciri sebagai berikut1. Memiliki masukan atau input,2. Memiliki keluaran atau output,3. Menjabarkan langkah yang pasti, jelas, dan tidak ambigu,4. Langkah yang digunakan sederhana,5. Memiliki batasan penjelasan mengenai prinsip kerja, struktur, dan cara penyajian algoritma dalam pemrograman computer yang dikutip dari buku Algoritma dan Pemrograman karya Lamhot Sitorus, Kerja AlgoritmaPada dasarnya, algoritma merupakan deskripsi proses untuk mengerjakan sesuatu yang disusun dalam sederet aksi. Secara sederhana, prinsip kerja algoritma terbagi menjadi, masukan input, proses, dan keluaran output.Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip kerja algoritma dapat dipahami ketika kita ingin membuat telur dadar. Sebelum membuat algoritma, hal yang perlu kita lakukan adalah mendefinisikan masukan input dan keluaran output.Berdasarkan contoh di atas, maka yang menjadi masukan adalah telur mentah dan yang menjadi keluaran adalah telur dadar matang. Dengan demikian, susunan algoritmanya menjadi sebagai berikut1. Nyalakan api kompor,2. Tuangkan minyak ke dalam wajan,3. Pecahkan telur ayam ke dalam mangkuk,4. Tuangkan garam secukupnya,5. Kocok campuran telur dan garam,6. Tuang adonan telur ke dalam wajan,7. Masak telur hingga umum, struktur dasar algoritma terdiri dari sekuensial sequential, test kondisi atau percabangan branching, dan perulangan looping.1. Algoritma SekuensialAlgoritma sekuensial adalah langkah-langkah yang dilakukan secara berurutan sesuai dengan urutan penulisannya. Struktur ini merupakan struktur yang paling sering memiliki empat baris aksi, yaitu t1, t2, t3, dan t4, maka semua aksi akan dilakukan secara berurutan mulai dari aksi t1 sampai Algoritma Percabangan BranchingDalam kehidupan sehari-hari ada kalanya suatu kegiatan akan dilakukan dan tidak dilakukan tergantung situasi tertentu. Begitu pun dengan algoritma, ada kalanya satu atau beberapa aksi akan dikerjakan dan tidak dikerjakan tergantung situasi struktur algoritma percabangan ini digunakan untuk mengerjakan satu aksi dari beberapa pilihan yang Algoritma Perulangan LoopingSama halnya dengan manusia, algoritma juga mengenal kegiatan pengulangan, yakni melakukan satu atau beberapa kegiatan secara berulang-ulang. Namun, berbeda dengan manusia, komputer tidak mengenal istilah lelah atau bosan dalam melakukan kegiatan yang sama secara demikian, struktur perulangan atau looping digunakan untuk menjalankan kegiatan yang dilakukan Penyajian AlgoritmaPenyajian algoritma akan lebih baik jika ditulis secara sistematis. Ada tiga cara yang bisa kamu gunakan untuk menyajikan algoritma, yakni secara naratif, flowchart atau diagram/bagan alir, dan NaratifPenyajian algoritma secara naratif dituliskan dengan menggunakan cerita seperti dalam bahasa Menghitung luas segitiga menggunakan naratifLangkah-1 MulaiLangkah-2 Baca nilai AlasLangkah-3 Baca nilai TinggiLangkah-4 Hitung Luas = Alas x Tinggi / 2Langkah-5 Cetak Hasil LuasLangkah-6 Selesai2. FlowchartDengan flowchart, cara penyajian algoritma dibuat dalam urutan simbol-simbol khusus. Urutan simbol digambarkan sesuai dengan arah tanda flowchart Foto IstSumber gambar Algoritma dan Pemrograman Sitorus, 20153. PseudocodeLangkah-langkah penyelesaian masalah ini ditulis dengan cara yang mirip atau menyerupai program. Pseudocode tidak spesifik terhadap salah satu bahasa pemrograman sehingga algoritma ini dapat diterjemahkan menyesuaikan bahasa pemrograman yang ada dalam suatu Menghitung luas segitiga menggunakan pseudocodeInput AlasInput TinggiLuas ← Alas x Tinggi / 2Output LuasMeskipun ada tiga cara penyajian yang berbeda, hasil algoritma yang diberikan tetap sama. Maka dari itu, tidak ada aturan yang menyatakan harus menggunakan penyajian tertentu. Kamu bebas memilih bentuk penyajian sesuai keinginan dan begitu, algoritma yang dibuat dengan kalimat memiliki kelemahan, yaitu hanya bisa dimengerti oleh praktisi yang mengerti bahasanya. Simak Video "Penjualan PC Skala Global di Kuartal 4 2022 Merosot Tajam" [GambasVideo 20detik] pal/pal 45 Contoh Soal UTS/PTS Informatika Kelas 10 Semester 2 Kurikulum 2013 SMA/MA Beserta Jawaban PG+Essay~Part2 Edisi Revisi – Melanjutkan tulisan 45 soal UTS informatika kelas x semester genap bagian ke-1 soal mid nomor 1-10, bagian kedua butir soalnya masih berbentuk pilihan ganda. Dimulai dari pertanyaan nomor 11, berikut dibawah ini soal ulangan tengah semester genap kelas 10 kurtilas edisi revisi dilengkapi kunci jawaban. 11. Teknik pengulangan yang paling tua dalam bahasa pemrograman adalah….a. DO-WHILEb. FORc. IFd. IF-ELSEe. WHILEJawaban b 12. Dua komponen penting yang selalu menyertai pada struktur perulangan adalah….a. Inisialisasi dan terminasib. Inisialisasi dan variablec. Terminasi dan instruksid. Variable dan instruksie. Variable dan terminasiJawaban a 13. Perhatikan data berikut! 1 Rendah 2 Menengah 3 Tinggi 4 Tinggi sekali Berdasarkan data diatas, yang termasuk klasifikasi bahasa pemrograman adalah…. a. 1 dan 3 b. 2 dan 4 c. 1 dan 4 d. 1, 2, dan 3 e. 2, 3, dan 4 Jawaban d 14. Faktor utama yang membedakan struktur kode program struktur algoritma yaitu….a. Aturan penulisanb. Deklarasic. Deskripsid. Judule. PernyataanJawaban a 15. Jenis tanda yang digunakan sebagai penunjuk aliran data/informasi yang akan diproses adalah….a. Kurung kurawalb. Lingkaran kecilc. Tanda panahd. Tanda sikue. Titik duaJawaban c 16. Berikut yang bukan termasuk jenis-jenis operator dalam struktur program adalah….a. Arithmeticb. Relationalc. Assignmentd. Logicale. StatementJawaban e 17. Nilai dari 38 div 5 adalah….a. 1b. 2c. 3d. 4e. 5Jawaban c 18. Nilai yang dimiliki jika sebuah saklar listrik dalam kondisi OFF adalah….a. 4b. 3c. 2d. 1e. 0Jawaban e 19. Pernyataan BREAK dapat digunakan untuk menghentikan pernyataan….a. BEGINb. CASE OFc. CONTINUEd. ENDe. WRITELNJawaban b 20. Perhatikan kode program berikut!Kode program!Varp1 integer;beginp1 = 4;repeatwriteln Nilai dari p1 adalah, p1;P1 = p1 +4Until p1 = 25;end. Berdasarkan kode program di atas, maka hasil x adalah….a. 4, 8, 12, 16, 20, 24b. 8, 11, 14, 17, 20, 23c. 9, 13, 17, 21, 25, 29d. 3, 8, 13, 18, 23e. 8, 11, 14, 17, 20, 23Jawaban a 21. Jika sebuah pegulangan pada struktur WHILE tidak pernah berhenti menandakan bahwa….a. Apabila kondisi bernilai falseb. Logika pemrogramannya benarc. Badan pengulangan harus trusd. Instruksi yang mengubah nilai variable kondisie. Logika pemrogramannya salahJawaban e 22. Perbedaan mendasar pada pengulangan REPEAT-UNTIL dengan WHILE-DO terletak pada bagian….a. Bagan alirnyab. Hasil akhirc. Input datad. Pemrosesan datae. Pengecekan kondisiJawaban e Baca juga– Soal USBN KKPI SMK Kelas XII dan Jawabannya Lengkap Terbaru– Soal USBN TIK SMA– 40 contoh soal UTS/PTS Informatika kelas 11 semester genap 23. Perhatikan kode program berikut!Program cetak;User wincrt;Var X integer;Begin For X=25 downto 10 do Begin Writeln X ; End; kode program di atas, maka outputnya adalah….a. Mencetak menurun angka 25 sampai dengan 10b. Mencetak menaik angka 10 sampai dengan 25c. Mencetak angka 10 sampai dengan 25 bolak-balikd. Mencetak menurun angka 24 sampai dengan 9e. Mencetak menaik angka 24 sampai dengan 9Jawaban a 24. Perhatikan data berikut!1 >&&2 AND3 END4 FOR5 IFBerdasarkan data di atas, rangkaian instruksi sebagai ciri khas dari bahasa tingkat tinggi yang menggunakan unsur kata-kata sehingga lebih mudah dimengerti komputer adalaha. 1, 2, 3, dan 5b. 1, 2, 4, dan 5c. 2, 3, 4, dan 5d. 1, 3, 4, dan 5e. 1, 2, 3, dan 4Jawaban c 25. Tipe data nilai yang berisi bilangan integer dari 1 sampai 500 dibuat oleh….a. Compilerb. Interpreterc. Operatord. Programmere. Sistem komputerJawaban d Lanjut ke soal nomor 26-45 ==> 45 Contoh Soal UTS/PTS Informatika Kelas 10 Semester 2 Kurikulum 2013 SMA/MA Beserta Jawaban PG+Essay~Part3

faktor utama yang membedakan struktur kode program struktur algoritma yaitu